LINE News sumber ilmu ku

Assalamualaikum ya akhi ya ukhti~
Gue masupin dulu deh potonya

Emang ya bener-bener LINE News sumber ilmuku, sumber inspirasiku. Meskipun seringkali artikelnya kurang berbobot, bahkan artikel yang gue baca ini pun bobotnya kurang, namun malah sering menginspirasi gue yang tukang komentar dan numpang popularitas orang ini.

Jadi artikel barusan itu mengisahkan tentang berbagai kasus di Indonesia terkait guru spiritual nyeleneh. Meskipun artikel ini ditulis untuk lucu-lucuan, gue cukup setuju sih. Maraknya penipuan dan pelecehan berkedok agama ini bukannya penyakit baru di Indonesia. Gue pernah singgung sedikit soal ini di postingan gue yang lalu (Manusia Keracunan Agama dan repost dari Strangers Talk dengan postnya Kita Pembajak Agama) bahwa entah pemikiran yang terlalu dangkal atau memang sebegitu polosnya orang-orang menerima sesuatu asal ada embel-embel agama di belakangnya. Kepolosan, blind faith inilah yang kemudian dimanfaatkan oknum-oknum macam di atas itu untuk meraup keuntungan pribadi. Sudah mendarah daging sepertinya pemikiran yang serba praktis dan instan. Bedanya kalau dulu orang bisa terang-terangan ke dukun, sekarang ‘sadar dikit’ datengnya ke guru spiritual atau ‘pengajian’ tapi kadang apesnya si guru ini adalah oknum. Oknum yang memanfaatkan kepolosan dan niat baik orang lain.

Kebetulan untuk tugas mata kuliah Business Law gue pake kasus si Dimas Kanjeng. Berikut kutipan dari laporan gue:

dalam skala yang lebih besar ditangkapnya Dimas Kanjeng dapat menjadi pembuka mata masyarakat Indonesia bahwa tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Hal ini mengingat korban penipuan Dimas Kanjeng bahkan termasuk orang-orang dengan pendidikan yang tinggi. Percaya pada hal-hal klenik, mencari jalan pintas menuju kekayaan dan kesuksesan seperti sudah menjadi penyakit masyarakat di Indonesia. Ini ditandai dengan kasus Dimas Kanjeng ini bukanlah kali pertama kasus penipuan berkedok agama atau kesaktian. Sehingga dapat dikatakan bahwa diadilinya Dimas Kanjeng dalam kasus ini membawa manfaat bagi masyarakat secara luas.

Nyatanya hal semacam ini pernah menimpa orang terdekat gue.Sebutlah A. Si A ini niatnya baik ingin belajar agama dan mendekatkan diri dengan Tuhan. Kenal lah si A ini dengan seorang yang katanya ‘ustad’. Awalnya diajarin ngaji, diajarin solat tapi kemudian disaat A ini udah makin percaya, si pak ‘ustad’ ini mulai ngajakin ritual yang aneh-aneh, mulai sering minta uang dengan alasan ini dan itu yang hasilnya juga ga keliatan untuk apa. Ngeri dah sama yang gini-gini. Saran dari gue hati-hati ketika mengenal orang, jangan mudah percaya bahkan sama yang bertopeng agama sekalipun. Berpikir kritis dan rasional dalam menyikapi hidup. Ga ada yang namanya jalan pintas menuju apapun.

Sekian dan salam olahraga~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s