Berawal dari LINE News

Karena biasanya gue kalo udah lama ga muncul, sekalinya muncul trus nyampah tapi tidak lagi kawan. kali ini gue janji gue akan menyajikan tulisan yang berkualitas. Sebagai pengguna LINE Messenger gue termasuk sering bukain LINE News meskipun jujur aja isinya suka gajelas sih. Kemudian jiwa cukong hongkong agen putaw gue terpanggil begitu liat berita ini

Screenshot_2016-07-31-21-11-52.png

Terpanggil banget lah kan jiwa gue, kaya “Eh kok ada tetangga gue masuk berita..?”

ya anyway selain gue tertarik dengan beritanya, emang kebiasaan gue daridulu adalah liatin kolom komentar. Kebanyakan yang komentar disini itu pada bilang

“buang-buang harta, mending uangnya disumbangin aja”

“Harta ga dibawa mati..”

“Kebanyakan orang mikirin gimana biar hidup enak, tapi jarang yang mikirin mati enak”

Sebagai orang yang motto hidupnya bersenang-senang dahulu, senang-senang lagi kemudian gue agak ngucek jidat gitu baca komen-komen barusan. Salah satu novel kesukaan gue itu Crazy Rich Asian, itu udah kaya kitab suci gue gitu lah HAHA itu novelnya menceritakan soal gaya hidup orang-orang keturunan Cina terkaya. Fiksi sih tapi menurut gue karena latarnya Asia dan kebanyakan latar cerita di Singapore gue bisa relate banyak hal karena gaya hidupnya pasti mirip-mirip sama orang sini. Salah satu bagian yang gue suka dan garis bawah banget ya jadi gini ceritanya

Si tokoh utama itu keturunan Cina tapi biasa aja, bukan orang super kaya. Dia sahabatan sama orang super kaya gitu. Suatu hari mereka lagi di rumahnya si Super Kaya dan lagi ngeliat tembok di salah satu ruangan rumah itu yang ada ukiran yang di cat pake emas asli super mahal lah itu tembok buat biayain hidup gue seumur hidup juga bisa. si Super Kaya cerita bapaknya ngabisin sekian juta dollar hanya untuk tembok itu aja. Si tokoh utama ngomong kan “bukannya itu pemborosan ya? buang-buang uang?” kemudian jawabannya si Super Kaya bener-bener membuka mata sih. Dia jawab “Kalo lo liat dari sisi itu aja iyasih emang keliatan kaya pemborosan uang, tapi salah satu seniman yang ngerjain tembok ini akhirnya bisa nyekolahin anaknya kuliah. Jadi sebenernya spending yang dilakukan orang-orang kaya gue itu sumber penghidupan orang lain. Seandainya bokap gue ga bikin ini tembok, mana tau mungkin seniman tadi harus nyelesein sekian banyak job dulu baru bisa masukin anaknya kuliah.”

Jadi tolong ya gue perjelas. Spending itu menjalankan roda ekonomi loh. Kenapa coba di beberapa negara bunga bank nya bahkan minus? Biar rakyatnya mau ga mau spend uangnya agar ekonomi bisa jalan. Adanya products & services super mahal itu kan juga emang karena ada marketnya. Ga harus selalu bantu orang itu gamblang dengan ngasih sumbangan dan lagipula kita gabisa ngejudge orang juga, mana tau juga kita kalo misalnya orang yang punya gaya hidup gila-gilaan itu ternyata udah nyumbang sekian banyak. Kalo lo punya uang 10rb masa semuanya disumbangin? Lagian sebaik-baiknya memberi itu kan ibarat yang ngasih tangan kanan, bahkan tangan kiri pun gaperlu tau. Bukan pada tempatnya lah manusia ngejudge orang lain. Kita ini tau apa sih~

Itu kan dari pandangan bijak gue ya, kalo dari pandangan foya-foya gue sih harta emang ga dibawa mati, makanya harus diabisin di dunia HAHAHAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s