Kita Pembajak Agama

well written, kasih jempol deh

strangers talk

Ikut pengajian bukan merupakan salah satu kegiatan favorit saya. Jika boleh membela diri, saya tidak suka ditakut-takuti dengan api neraka, atau dilarang melakukan ini-itu karena semuanya dosa. Hidup dalam ketakutan tidak membuat saya nyaman. Saya ingin hidup senang dan tenang. Saya juga tidak hobi ke pengajian, karena isinya yang repetitive. Minggu lalu saja, ustadzah di masjid samping rumah menyampaikan kultum tentang orang-orang yang berhak menerima zakat. Tema yang sudah jadi bahan pelajaran dan bahan ujian agama Islam sejak saya duduk di bangku SD-SMP-SMA, seolah-olah perihal agama hanya berada seputar ibadah, surga dan neraka. Itu saja. Sesempit itukah? Sinisme terhadap ajaran agama semakin lengkap dengan perilaku para pemeluknya yang hobi “bermain Tuhan.” Macam teman saya yang baru-baru ini menjadi korban politisasi agama, lantas mengata-ngatai Quraish Shihab sebagai sesat. Semakin didesak, semakin ketahuan betapa ia tidak memiliki dasar yang cukup. Ia adalah korban provokasi, yang kemudian menjadi provokator. Saya lelah melihat bagaimana…

View original post 542 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s