Batari Durga: yang Dihukum, yang Dipuja

strangers talk

Seorang kawan berkata bahwa kesan pertamanya terhadap saya adalah mengerikan dan tidak bersahabat. Iapun mengidentifikasi saya sebagai Batari Durga. Beberapa lama kemudian ia mengirim foto patung Durga Mahisasuramardini, dengan keterangan pose menjambak anak kecil itu mirip kamu. Meski akan lebih bangga jika dilihat sebagai Saraswati, saya mengambil kesempatan untuk mengenal Durga lebih dekat.

Menurut bahasa Sansekerta, Durga (dur + gam) berarti benteng (Kumar: 1974, dari The Goddess Durga in the East-Javanese Period oleh Hariani Santiko) yang bisa juga diterjemahkan sebagai tidak tersentuh atau terisolasi. Sementara itu Ensiklopedi Wayang Purwa I mengartikan gelar Durga sebagai kecewa / jelek / tidak menyenangkan. Ia adalah jelmaan dari Dewi Uma (Parwati) yang cantik jelita. Mengenai bagaimana Durga berubah wujud dari wanita cantik menjadi raksasi, ada beberapa versi cerita. Versi pertama, ia dikutuk oleh suaminya, Batara Guru, karena menolak bercinta di atas lembu Nandi. Versi kedua, ia dikutuk suaminya karena ketahuan selingkuh…

View original post 638 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s