Manusia Keracunan Agama

Udah lama kan gue ga muncul, sekalinya gue muncul sekarang gue murka beraattt!! ini serius loh demi tuhan gue murka berat kaya plisdeh..

Gue sekarang lagi develop script untuk pementasan gue bulan Juni nanti (nonton ya). Intinya cerita diambil dari budaya lokal Indonesia dan sekarang sambil bikin script gue sambil research dong agar script ini baik hasilnya. Gue gabisa bilang karena nanti spoiler berat tapi yang jelas gue menemukan sebuah berita dimana situs peninggalan (yang berkaitan dengan cerita gue ini) dirusak karena dianggap musryik. Gue muslim tapi gue murka berat. Ini bukan kali pertama gue lagi research dan menemukan berita-berita kaya gini dimana manusia seperti keracunan agama, tidak bisa membedakan mana budaya mana agama. Gue ga nyalahin agama, gue ga anti-agama. Namun permasalahannya adalah sebagian orang tidak sempurna menyerap agamanya.

Akhirnya munculah orang-orang yang gampang menuduh kafir, gampang menuduh musryik. Waktu itu gue lagi iseng buka soal ritual Toraja yang super terkenal itu yang mayatnya disuruh jalan, seperti biasa kan hobi gue baca comment section dan lagi-lagi gue menang taruhan dengan diri gue sendiri, ada aja kan orang yang comment “ini harus dibasmi, kafir!” HAHAHA. Bung, negara ini memang mayoritas warganya muslim tapi ini bukan negara Islam. Sebelum Islam masuk ke Indonesia juga ada agama dan kepercayaan yang lebih dulu berkembang disini. Dalam sejarahnya penyebarannya Islam gapernah menjajah budaya lain, bahkan masuk ke Indonesia aja terjadi akulturasi. Karena akan sangat kurangajar menurut gue kalo ada budaya, ajaran, agama, atau apapun itu yang masuk dan menghabisi hal-hal yang sudah lebih dulu ada. Berhala bagi suatu kepercayaan bisa jadi Tuhan bagi kepercayaan lain, apa susahnya saling menghargai? Gue jadi heran kenapa seakan-akan agama saling bersaing satu sama lain untuk mengikat pengikutnya.Seperti yang gue pelajari di kelas Religious Study ya bahwa “Kebijaksanaan itu satu, namun orang bijak menyebutnya dengan banyak nama.”. Harus bisa dibedakan mana yang budaya dan mana yang agama. Harus bisa beriringan antara agama dan budaya. Penting bagi kita untuk menghargai kearifan lokal, terlepas kepercayaan apapun yang kita anut, karena kita berdiri pada bumi Indonesia dengan segala kekayaan budayanya yang harusnya jadi kebanggan. Semoga yang begini2 adalah yang terakhir kali (meskipun ya kayaknya ga juga). Gue peduli budaya, lo? #sansebanget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s