App review: Tinder

Yak udah lama kan ga nulis app review. Ini semua gara2 Siti Abotil Zebadidu yang mendadak ngomong di BEB “guys bagi yang nyari jodoh boleh dicoba Tinder silahkan download dari app/playstore masing2”. Insting pertama gue mengatakan ini sejenis Beetalk & Badoo gitu yaudah gue penasaran kan akhirnya gue download. Karena SitiAbotil nemu mantannya siapaa gitu dari sini. Mendengar hal itu berarti hipotesis pertama gue app ini “isi”nya lebih quality dari app sejenis yang udah gue coba sebelumnya dan udah gue review juga yaitu Badoo.

Setelah selesai download Tinder hal pertama yang terjadi ketika gue buka app nya adalah kita harus sync ke facebook. Gue ga gitu merhatiin sih tadi harus apa engga sync ke facebook tapi kayaknya harus. Setelah gue buka lebih lanjut app nya sih gue emang menganjurkan untuk sync ke facebook.

Bagi yang familiar dengan Badoo, tampilan home nya sama kaya fitur Encounter di Badoo. Tapi kalo di Tinder nama fiturnya Discovery (?)
Discovery ini tampilannya sederhana dan lebih kece dari Encounter nya Badoo tapi agak lebih ribet ajasih menurut gue. Jadi tampilannya foto trus dibawah foto ada 3 tombol ❤, !, dan X. Tombol ! Buat liat info lebih lanjut ttg orang itu dan kalo kita mau liat foto lainnya. Selain dg tombol ❤ atau X kita bisa menentukan mau atau engganya dg orang itu dengan swipe ke kanan atau kiri. Pada fitur Encounter punya Badoo gaada fungsi swipe sehingga kalo lo swipe kanan atau kiri itu akan ngeliat ke foto2 lain orang itu yang menurut gue itu lebih bagus daripada Tinder.
Selain itu ketika lo buka info lebih lanjut suatu profil maka yang akan lo lihaf adalah:
•kalo swipe kanan-kiri foto2 dia yg lainnya
•Mutual friends yang sync dari facebook
•Shared interest
•bio
Menurut gue info ttf mutual friend itu bagus ya, menentukan quality orang itu. Hmm.

Oiya karena tadi gue langsung sync facebook jadi gue gaperlu setup profile picture atau bio atau apapun karena sync dari facebook langsung dan bisa lo edit nantinya. Hal inilah yang bikin gue shiok karena kok mendadak ada stranger ngeadd Line gue via ID, gue ga merasa naro ID gue dimanapun. Ternyata gue naro line id gue di about me di facebook dan itu ke sync huff suka mengagetkan ya. Lantas langsung gue hapus.

Gue lalu mengubek app ini lebih dalam ya gue coba pencet2 menunya dan agak kecewa karena pilihan menunya dikit banget yaitu cuma:
•Edit profile
•Discovery setting
•Feedback
•Timeline
Beda banget sama Badoo yang fiturnya lebih banyak.

Tapi secara keseluruhan gue lebih suka Tinder dibanding Badoo. Karena dari interface atau tampilannya jelas Tinder lebih kece daripada Badoo yang (maap aja nih) interfacenya rada “menengah kebawah”. Tinder ini juga meskipun fiturnya lebih dikit dari Badoo tapi setidaknya app ini free 100%. Gaada in-app purchase (sejauh ini sih gue liat2 gaada). Dan secara isi manusia2nya lebih quality aja daripada Badoo. Mungkin ini dikarenakan Tinder baru sebatas di iOS & Android kali ya? Badoo kan di BB juga udah ada hmm. Selain itu yang gue suka dari Tinder adalah fitur mutual friends. Kalo di Badoo lo butuh mata terlatih kaya gue untuk menemukan orang yang oke, kalo di Tinder lo akan sangat terbantu kalo tau doi temennya siapa, plus lo jadi lebih gampang kan kalo mau ngestalk lebih lanjut. Waakaka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s