Para oknum yang bercita-cita jadi bola billiard

Sebagai anak bosen yang taat berpuasa tapi terbengkalai di PIM maka gue buka twitter dan cari berita menarik dan ketemulah sama berita ini:
Ustaz Ini Tak Hanya Cela 4 Profesi, tapi Juga Lecehkan Agama dan Suku

Penasaran akhirnya gue buka kan. Nah sedikit gue kutip

Sebelumnya telah diberitakan, Qayyum dinilai melecehkan empat profesi saat membawakan ceramah Ramadhan di Masjid Taqwa, Kabupaten Enrekang. Dalam ceramahnya beberapa waktu lalu, Qayyum melecehkan profesi wartawan, penjahit, pensiunan rajin bawa proposal, dan pedagang berwatak China.

“Sebaiknya hindari empat profesi di antaranya penjahit, wartawan, pensiunan rajin bawa proposal, serta pedagang berwatak China. Profesi wartawan, pilihan profesi yang harus dihindari sebagai pilihan kerja. Bukan karena bentuk pekerjaannya bersentuhan barang kotor, tapi nilai manfaat ibadahnya lebih kecil dibanding mudaratnya,” kata dia.

“Penjahit tak pernah lepas dari kebohongan, janji pada pemesan. Rasulullah SAW menganjurkan, keempat profesi itu jangan dipilih jadi profesi mencari nafkah,” kata Qayyum seperti yang dilansir media cetak lokal di Makassar.

Gue baca itu ketawa ajasih apalagi katanya manusia yang katanya ustadz ini kok cetek banget ya? Gue semakin penasaran sama berita ini jadi yasud gue cus cari lebih jauh.

Mengutip dari Om Djumadi yang adalah PIJ:

“Empat profesi yang dilecehkan Abdurrahman Qayyum semuanya mulia. Kecuali, jika profesi itu disalahgunakan. Sama juga dengan ustaz, jika disalahgunakan bisa menyesatkan. Mungkin Abdurrahman bercermin pada dirinya sebagai ustaz yang menjadi tim spiritual mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin saat pemilihan gubernur beberapa tahun lalu. Apalagi, dia ustaz sudah mulai terjun ke dunia politik,”

Gue setuju banget. Ini bukan kali pertama tokoh agama bertindak tanpa berpikir dan jadinya malah menjatuhkan nama Islam, dan dilihat dari perkataannya si Qayyum itu sangat ga mencerminkan pribadi Islami yang luhur dan berwawasan. Padahal katanya dia itu dosen yang sering diundang ke acara-acara sebagai pembicara, akhirnya sekarang kompetensinya dipertanyakan.

Kemarin malam gue juga buka instagram dan liat salah satu postingnya @dagelan yang seringkali bikin orang berantem di commentnya. Trus ada lah kan ya ini orang-orang, segelintir orang yang gatau otaknya di dengkul kanan atau kiri, yang sedikit2 ngomonginnya SARA. Jujur ya dengan terpilihnya Jokowi jadi presiden yang jadi, kalo gue ga salah tangkep, artinya Ahok naik jadi gubernur Jakarta dan banyaknya orang yang ga setuju dengan alasan Ahok non-Muslim dan dia keturunan Tionghoa membuat gue ingin mensodok mereka semua macam bola bilyard tauga dari bulan lalu mau main belom kesampean juga.

Nih ya bagi oknum sok Islami, ga selamanya yang sama itu baik. Liat aja tuh “ustadz” Qayyum yang tutur katanya ga dijaga dan malah menyinggung banyak pihak. Apakah yang seperti itu yang mau kita contoh hanya karena dia berlabel ustad dan Islam. Begitu juga dengan Ahok yang ditolak segelintir orang hanya karena dia non-Muslim dan kebetulan Chinese. Sekarang gini deh kalo lahir bisa milih juga gue milih lahir ya jadi anaknya raja minyak Arab sana kaya raya, atau gue milih jadi keturunan latin sexy atau jadi bule cantik keturunan german. Masalahnya kan gue gabisa milih dan yaudah deh gue lahir jadi orang Indonesia, orang biasa yang bukan billionaire. Belom. Coba sekarang tanyain ke diri kalian masing2 wahai para oknum tersangka, apakah mungkin tuhan kita yang maha esa dan agung serta maha terpuji itu menciptakan mahluk, menciptakan kaum, hanya untuk disalahkan dan dibenci kemudian? Kenapa berlindung dibalik tameng agama untuk berlaku tidak terpuji? Kalo mau sekalian Islami, coba aja benahi diri sendiri dulu kalian udah sesuai sama ajaran di Al-quran belom? Kalo mau sekalian Islami, dalam bahasa Arab diskriminasi disebut tafriq dan masalah diskriminasi ini diatur dalam Al-quran surat Al-Hujurat ayat 13:

Silahkanlah kalian kan manusia yang bisa berpikir. Kira-kira memandang orang lain berdasarkan SARA itu diskriminasi bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s