sekalinya gue bersyukur jadi orang Indonesia

ini satu dari beberapa kali gue bersyukur jadi orang Indonesia, despite negara kita ini banyak masalahnya. Jadi belakangan diantara liburan gue yang gabut ini gue baca dan nonton film tak terkecuali film dokumenter. Banyak film dokumenter dari yang unyu sampe yang mencengangkan dan bikin gue bersyukur kaya sekarang.

Beberapa hari yang lalu ketika gue lagi nyari online shop yang jual buku-buku bekas gue nemu nih satu judul buku: Fast Food Nation dan karena emang dasarnya gue medit jadi gue cari pdf nya aja secara ini buku bule kan. Gue belom selesai baca sih baru bagian awal doang soal sejarahnya fast food dan bagaimana bisnis itu bisa berkembang pesat dan bisa dibilang udah kaya culture especially in America. Kebetulan lainnya tadi sore gue lagi nyari film bagus gue malah nyasar ke film dokumenter judulnya Super Size Me. Film ini membahas sekaligus membuktikan betapa ga sehatnya fast food dengan si pembawa acaranya diet fast food selama sebulan dimana dia ga makan apapun selain Mcd, 3x sehari.

Film ini nunjukin gimana orang begitu tidak terpisahkan dari makanan cepat saji. Bahkan di kantin sekolah-sekolah pun isinya makanan cepat saji yang datengnya aja udah dari box dan tinggal diangetin aja. Bahkan head cook cafetarianya aja bilang dari 26 menu yang ada di kantin itu, yang dimasak oleh manusia bener ya cuma 6 menu.

Di film ini ya setelah 12 hari dia diet fast food ini, beratnya nambah 10% dari berat awalnya. Dalam 12 hari. Cacat ya? Memasuki hari ke 20an mulai kerasa gangguan kesehatan seperti dada sesak, moodnya kacau dan cenderung depresi, berat badan naik pastinya, lebih sulit ereksi, kelelahan, dll. Dokter sampe nyaranin dia untuk berenti aja karena livernya menuju rusak. Selain gangguan kesehatan secara fisik ternyata disini dibuktikan juga bahwa makanan berpengaruh pada perilaku seseorang. Sebuah sekolah yang anak-anaknya terkenal bermasalah mengambil langkah yang ga biasa yaitu dengan mengganti menu di kantin mereka, mereka juga get rid of vending machine dan kawan-kawannya itu. Terbukti anak-anaknya jadi lebih tenang dan ga se-bermasalah dulu, lebih bisa fokus.

Sebenernya banyak cerita lainnya yang akhirnya bikin gue penasaran, apakah di negara Amerika yang maha adidaya itu semua sebegitu mahalnya sampe orang lebih suka eat out daripada masak sendiri? Apa orangnya yang emang males? Mereka negara adidaya loh, negara besar yang sering mengelu-elukan namanya sendiri di seluruh dunia, tapi warganya pada obesitas dan gendut-gendut dan tinggl nunggu ajal doang. Mereka tau makanan itu ga sehat tapi tetep aja dimakan. Bahkan yang tadi gue bilang yang kantin sekolah yang 20 dari 26 menunya itu makanan kaleng yang tinggal diangetin itu, itu kaya standar/program sesuatu dari pemerintahnya.

Nonton film ini gue jadi keinget film dokumenter lain yang gue lupa apa judulnya, tentang iluminati gitu dan rencana-rencana mereka. Nah bagian sini yang bikin gue bersyukur jadi orang Indonesia. Kalo ini emang beneran dan nyata terjadi ya (kan gue gatau juga) intinya iluminati ini ngerasa bumi gaakan sanggup menampung lebih dari 500 juta jiwa. Sedangkan sekarang populasi dunia udah 6 milyar gitu. Artinya mereka mau ngabisin sisanya, pokoknya maksimal tinggal 500 juta orang. Caranya? Engga, mereka gaakan terang-terangan pembantaian massal. Terselubung iya. Air minum di Amerika itu mengandung fluoride, sengaja dicampur sih sebenernya. Karena katanya fluoride bagus buat gigi. Emang sih fluoride ada di odol dan emang fungsinya buat memutihkan gigi. Tapi ingat terutama kalian yang baru lulus kaya gue, fluoride itu ada di golongan VII di tabel periodik atau halogen, salah satu sifat halogen adalah toxic. Kenapa ada di odol? Because we dont digest toothpaste. Tapi ya gila kan kalo dicampur ke air minum? Selain itu terbukti kualitas gigi orang-orang di Amerika (yang air minumnya dikasi fluoride) dengan orang Inggris (yang air minumnya normal aja) ternyata kualitasnya sama. Serem kan? Selain itu di salah satu ketentuan dari WHO bahwa setiap hewan ternak kaya sapi, kambing, ayam, apakek, bandot, mereka semua harus dikasih semacam growth hormone sesuatu gitu. Itu ketentuan WHO, WORLD HEALTH ORGANIZATION. Padahal seperti yang udah sering kita dengar dan ketahui bahwa hormon-hormon ini penyebab berbagai penyakit, kanker misalnya. Karena growth hormone yang berlebihan akan memicu pertumbuhan-pertumbuhan (sel) yang diluar sewajar. Ngeri kan?

Gue bersyukur, yaa rada bersyukur, jadi orang Indonesia karena disini kayaknya belom separah di luar sana. Kita belom kena efek bantai separah itu gue yakin. Gue yakin kita masih bisa memilih antara Big Mac atau tempe bacem, antara McNuggets atau ayam bumbu kuning, antara “salad” ala-ala atau gado-gado. Buktinya diantara kita masih banyak yang kurus. Di Indonesia berapa orang sih yang beratnya diatas 100kg? Gue bersyukur kita belom dibantai. Gue bersyukur masih ada UN, masih ada kelas jurusan IPA-IPS, masih belajar terlalu banyak materi. Artinya kita ga bego, kita masih lebih pinter dari bule-bule gendut itu, cuma rada kurang pede aja sama kurang attitude ajasih bangsa ini mah.

streaming Super Size Me

PDF Fast Food Nation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s