menghargai kejujuran

gue tau guys gue tau banget harusnya sekarang gue lagi belajar fisika ya secara besok gue UH tapi gue malah mencetin keyboard ya demi menuliskan hal ini.
jadi tadi gue lagi distracted gitu bukannya nulis rumus malah nulis curahan hati di sepucuk kertas kaya semua yang random apa aja gue tulis. ya emang gitu terapinya biar ga gila. trus emang dari terapi itu sering muncul ide dan pemikiran gue yang original ya gue rasa gue titisan Plato deh atau Aristoteles.

Barusan gue dapet ilham, begini sih ya duduk perkaranya, gue jelasin dari awal.
Gue tu memiliki kegelisahan tersendiri akan suatu hal dan setelah ditelusuri gue rasa ini karena gue belum berani jujur ceng. kenapa gue belum berani jujur? entah ceng, jujur itu menakutkan. ga jarang orang memilih untuk memendam semuanya dan nelen beling daripada jujur. bentar gue bikin bagannya dulu –> bukannya belajar malah mentingin blog, biarin aja udah pinter calon dokter

nah ya udah gue bikin bagannya nih liat

seperti yang bisa kalian lihat ini adalah bagan buatan saya, keren ya

seperti yang bisa kalian lihat ini adalah bagan buatan saya, keren ya

Sekarang gue jelasin ini semua:

ada fakta, tuh paling atas. ada pilihan apakah fakta ini akan diungkapkan secara jujur atau tidak. keduanya akan menghasilkan reaksi. kalo memilih untuk tidak jujur, panjang urusannya geng. kita bahas aja kalo memilih untuk jujur. ada 2 kemungkinan reaksi dari orang-orang. yang pertama kalo reaksinya slow bae ya yaudah semua akan normal dan baik2 saja. beda urusannya kalo reaksinya shock, ada yang bisa perlahan menerima dan semua akan normal dan baik2 saja. TAPI kalo reaksinya shock dan tidak dapat menerima ini bisa mengakibatkan merenggangnya hubungan atau bahkan lebih parah, bisa pecah perang dunia ketiga ckck.

karena gue sebenernya anaknya jujur ya gue ngaku ajadeh, ini kan masalah peluang dan pinter2 kita milih orang. berdasarkan pengalaman sih gue rada kurang pinter aja milih orang. jadi gue takut sama peluang terjadinya perang dunia ketiga, jadi gue memilih untuk mendem aja. peluangnya kalo gue jujur, orang ga menerima tauga. cant afford losing anyone hm. ini ngapa gue jadi curhat? kalo kata boxcar racer sih “that there’s someone out there who felt just like me, there is~” itu kata boxcar racer sih bukan kata gue.

tapi lagi-lagi karena gue anaknya jujur gue ngaku lagi deh gue juga pernah ga menerima orang karena dia baru aja jujur sama gue. gue merasa bersalah. maafin ya. hm. udah ah belajar fisika biar pinter, sering banget fisika gue lupain demi mencet2 keyboard~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s