Perkara yang di sebrang sana

gue gamau ngebahasa soal ini sebenernya apalagi disini di blog gue yang public tapi gue ga tahan lagi ya jari gue udah gatel dan gue rasa sebenernya ini perlu gue tulis.

indonesia, dengan masyarakat dan segala budaya dan tradisinya yang kaya dan masih begitu kental bahkan di era modernisasi ini. Ketika kelihatannya dari luar kita sudah begitu modern dan hedon tapi sebenernya mental sebagian besar masyarakat kita masih transisi dari yang klenik banget dan perlahan menuju rasionalitas yang tinggi.

sebenernya poinnya disini adalah untuk berada diantaranya. mau ga mau kita harus percaya sama dunia di sebrang sana, di dimensi yang berbeda yang kasat mata. tapi kita juga jangan melupakan rasio dan akal sehat yang udah diinstall sama tuhan kita, yang membedakan antara kita dan hewan.

sebagai seorang muslim disini gue mencoba menjelaskan sesuai pemahaman gue, ga maksud menggurui, tapi barangkali apa yang gue tulis disini bisa menambah pemahaman dan mungkin meluruskan.

pada surat Al Baqarah ayat 3 dijelaskan dda banyak ciri orang bertakwa. Diantaranya, “Al-ladziina yu’minuuna bil-ghaibi wa yuqiimuuna as-shalaata wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun.” Artinya, “Yaitu orang-orang yang beriman pada yang gaib, yang menunaikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezekinya.” (QS. Al-Baqarah: 3).

hal gaib yang dimaksud disini adalah Allah, Malaikat, Jin, dan Setan. karena mereka emang gaib kan? gapunya wujud fisik tapi kita tau mereka ada, atau paling ga percaya bahwa mereka ada. artinya orang yang mengaku bertaqwa harus juga mengakui adanya keberadaan jin yang dalam bahasa sehari-hari lebih sering kita sebut hantu, yang wujudnya bisa berubah2 sesuai kebutuhannya karena mereka merupakan energi. Jin itu ada yang ga menganggu manusia, tapi ada juga yang menyesatkan manusia agar syirik pada Allah atau percaya/menyembah/meminta pertolongan selain pada Allah.

hal ini jujur aja lagi highlight banget dalam hidup gue yang emang rada mistis. begin duduk perkaranya.

gue emang terlahir dari keluarga dengan “sensitivitas” yang rada diatas rata-rata, it runs in the family dan kita menerima itu dengan lapang dada ya. Jadi kalo suka ngerasa yang aneh2, atau liat yang aneh2, atau dapet firasat2 yang kemudian kejadian beneran, kami udah biasa. tapi dengan sensitivitas yang lebih itu bukannya kami jadi fans berat hal-hal klenik, kami ga percaya jimat atau dukun, nenek moyang kami dukunnya (ini konotasi ya, tapi kami emang ga percaya jimat). justru jatohnya kami lebih mengandalkan gift yang kami miliki untuk sehari-hari instead of kata ‘orang pinter’ and therefore akhirnya kami juga jadi ga melupakan akal yang kami punya.

gue ga bermaksud sok jadi guru agama disini tapi ini proof ya ini bukti yang valid menurut gue untuk mendukung argumen gue disini.

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu mempergunakan akal?(QS Al An’am: 32)

ada yang lebih dari dunia ini tauga. surat al an’am tadi emang ngena banget buat semuanya dimana:
1. jangan sia2kan waktu di dunia
2. berhati2lah melangkah selama di dunia
3. karena ada sesuatu yang kekal yang jadi konsekuensi kita nantinya yaitu akhirat
4. melangkah yang hati-hati itu adalah melangkah yang pertimbangannya ajaran agama dan akal kita

JADI inti dari posting ini adalah di dunia ini emang ada hal-hal yang gaib dan gabisa dijelasin dengan logika, seperti misalnya dukun santet dan jin dan pemujaan-pemujaan dan pesugihan. tapi dalam menghadapi hal yang kaya gitu jangan sampe kita malah jadi sama kaya mereka, melindungi diri dengan jimat-jimat dan mantra-mantra, dan sesajen ini itu, gulungan kertas isi tulisan Arab yang artinya entah apa dan maksudnya sudah menyimpang. Kalo kita orang yang berakal kita bakal minta perlindungannya sama tuhan kita. karena logikanya yang nyambung yang ibarat antar manager bisa berantem dan debat kusir gaada akhirnya, tapi kalo manager lawan direktur ya lo taulah siapa yang lebih berkuasa. antar dukun bisa berantem, atau malah pura-pura berantem dan ngasih lo berbagai tipu muslihat sehingga seakan-akan mereka benar dan mereka kuat. tapi kalo dukun lawan tuhan ya lo tau pasti kan resultnya?

mungkin ini jadinya rada absurd ya mungkin sebagian dari kalian ada yang kurang nangkep tapi intinya ini perkara menghadapi dunia di sebrang sana yang dimensinya berbeda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s