bulan

Mon, Jul 22, 2013 20:38:21
Malam ini bulan penuh. Gue selalu suka saat bulan menunjukkan rupa seutuhnya dan bersinar begitu indah. Gue gabisa berpaling. Kalo ada orang yang mergokin gue dengan arah kepala yang tidak biasa, gue lagi nyari bulan dimanapun arahnya, meskipun harus muter leher 180 derajat. Ini seperti sesuatu yang sangat lo sukai dan lo gabisa, gamau bahkan untuk berpaling meskipun sekejap.

Bulan itu romantis. Cahayanya sendu. Ga kaya matahari yang menyilaukan. Gue lebih suka orang yang kaya bulan, yang berdampingan dengan para bintang. Gue gasuka orang yang kaya matahari, yang sinarnya berlebihan dan membuat bulan dan bintang seakan ga disana. Tapi kenapa jadi gue yang protes? Bulan sama bintang aja gapernah ngeluh akan kehadiran matahari.

Lebih dari 30 menit perjalanan ini bulan ada di arah belakang. Awalnya ada di samping kiri. Perlahan ia bergeser, tidak, gue yang putar-putar arah sampai akhirnya bulan ada di belakang gue. Gue rasa gue cuma perlu nunggu sampai bulan kembali di sisi kiri tapi bulan ga kunjung kembali. Tidak sabar akhirnya gue tengok juga dia. Ada di belakang, seperti mengawasi. Lebih seperti menjaga dari belakang. Laju mobil yang naik turun membuat bulan seakan timbul-tenggelam, muncul-sembunyi diantara awan. Langit malam ini memang tidak terlalu cerah.

Kemudian, mungkin hanya kebetulan, tapi dia yang ada di dasar hati yang ditimbun sanggahan ego lama-lama mirip seperti bulan. Atau mungkin juga gue yang berharap dia seperti bulan. Gue tunggu, tapi mungkin harusnya gue yang mengejar kali ini. Akhirnya dia hanya akan ada di belakang sampai akhir perjalanan, mengawasi mungkin, menonton? Dan gue gabisa berpaling. Mungkin sebenarnya belum mau. Biasanya berdalih: “katanya cinta..” Masa? Ga yakin tapi itu jawaban untuk sementara waktu.
Padahal dulu gue bilang dia matahari.

Banyak hal lain yang bisa gue ceritain tentang bulan. Ada cerita nanti di masa depan manusia akan tinggal di bulan. Mereka ingin buat sungai bawah tanah, jadi mereka tembus bulan sampai intinya tidak stabil. Akhirnya bulan pecah. Bulan pecah! Jadi serpihan-serpihan di langit. Miris~

ϺN Λndriana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s