PLASA itu sendiri..

hai geng, kemaren gue baru aja pulang dari Ciwidey muawahahhaha gue abis mengikuti kegiatan PLASA yang diadakan oleh sekolah. Pada posting sebelumnya gue udah dengan tainya mempost salah satu kejadian tai saat gue PLASA. Nah lalu kini gue akan menjelaskan apa itu PLASA.

PLASA adalah salah satu kegiatan di Alizh dimana kita tinggal di rumah warga desa selama beberapa hari. Intinya sih ini kegiatan model2 Jika Aku Menjadi.. gitu, tapi percayalah kasih ini kegiatan udah lama muncul jauh sebelum acara Jika Aku Menjadi muncul di tv.

Selama kegiatan berlangsung kita tinggal bareng sama warga disitu, kita belajar hidup jadi mereka dengan segala keterbatasan yang mereka miliki. Pada kegiatan ini kita diajak untuk melihat bagian kecil dari Indonesia yang mungkin belom pernah kita ketahui keberadaannya. Kita diajak untuk melihat bahwa Indonesia bukanlah Jakarta, bahwa di Indonesia ada loh rumah yang untuk mandi mereka nampung air hujan, yang untuk ke sekolah aja jaraknya maha jauh, yang buat beol aja mereka harus ke muara.

Pada kegiatan ini kita ga sekedar tinggal bareng mereka, tapi kita disuruh mengobservasi dan mengambil data sesuai dengan judul karya ilmiah kita. Jadi seangkatan gue dibagi2 ke beberapa desa berdasarkan judul karya ilmiahnya. Kalo kebetulan judul karya ilmiahnya gabisa ke desa manapun yaudah buang aja terserah ke desa yang mana trus udah deh gabut.

Kemarin kebetulan gue dapet di Desa Cikoneng. Desa ini banyaknya pengerajin bambu sama ada pabrik tahu dan ada sawah banyak banget sama ada kandang sapi…di tengah sawah. Host parents gue disitu pekerjaannya sebagai pengerajin anyaman bambu yang penghasilan per minggunya sekitar 150rb, jadi sebulan kira2 penghasilannya 600rb. Untuk uang segitu setiap bulannya aja Pak Dana harus kerja kadang2 tanpa libur bahkan di hari Minggu. Kata Bu Kom, mereka punya 3 anak (sebenernya gue juga gatau jelas silsilah keluarga mereka karena selama gue disana mereka kaya ga deket gitu sama gue, kaya kalo misalnya gue sama anak2 lain lagi di kamar mereka di ruang tengah tapi kalo kita ke ruang tengah mereka pada cabs ke belakang semua ngg) anak pertamanya umur 18 dan udah nikah dari pas lulus SMP, gils gue langsung ngebayangin gue udah punya anak umur 2thn gils berat. Trus anak kedua cowo masih sekolah dan anak ketiga cewe umur 7bulan.

Di Desa Cikoneng ini kalo cewe ga nikah muda ntar dibilangnya ga laku dan akan digosipin, lantas gue langsung membandingkan dengan diri gue yang ga pengen nikah muda..

Trus kan gue nemenin Afi penelitian soal tahu. Trus gila ya subhanallah orang jujur itu masih banyak tauga, jadi si pemilik pabrik tahu ini kan ditanya dalam produksi tahu nya pake bahan pengawet apa engga. Trus dijawabnya engga, trus ditanya lagi kan kenapa ga pake pengawet lalu jawabannya maha dahsyat gue ga ngert lagi. Dia bilang “Karena bahan pengawet kan ga sehat, bikin warga desa sini ga sehat kan juga ga akan nguntungin saya” dan emang katanya dari segi ekonomi penggunaan bahan pengawet ga mendatangkan keuntungan apa2  buat si bapak pemilik pabrik tahu ini. Dan karena nemenin si Afiasu ini penelitian gue jadi tau bedanya tahu yang dikasih pengawet sama engga dan bedanya jelas banget dan berdasarkan pengetahuan yang baru gue dapet ini gue sangat yakin tahu yang sehari-hari gue makan……isinya formalin semua fucker.

Lalu penelitian gue sendiri tentang permainan tradisional. Ternyata di Desa Cikoneng ini tidak terlalu terjadi modernisasi permainan. Karena letak warnet dan berbagai macam rental2an tu jauh dari desa dan anak-anak desa pada mager kan mending mereka main apa yang ada aja, main karet main bola main gatrik dan lain sebagainya. SD Cikoneng juga ternyata mulai mencoba melestarikan permainan2 tradisional yang mulai ditinggalkan sama anak-anak desa itu. Jadi kesimpulannya di Desa Cikoneng ini permainan tradisionalnya perlahan terkikis dan lama2 hilang tapi permainan modernnya juga ga masuk. Akhirnya variasi permainan anak2 desa ini ya gitu2 aja yang standart2 aja. Sebenernya ini merupakan masalah loh..

Nguping dikit dari penelitiannya Andin yang membahas tentang kaitan antara bentuk rumah dan stratifikasi sosialnya, warga Desa Cikoneng  yang penghasilannya 1,5jt sama yang penghasilannya 300rb tu rumahnya sama2 aja. Hal ini dikarenakan di desa itu tukang dan toko bangunannya aja gaada dan ya rebek aja gitu jadi ya yaudah gaada yang lebih dari satu sama lain.

 

intinya banyak sekali yang gue dapetin dari kegiatan PLASA ini dan gue masih tepar dan ingatan gue mulai memudar dan otak gue rada anget nih jadi bye.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s