Setelah saya mencari dan mencari..

Setelah saya mencari dan mencari akhirnya saya memutuskan, bakat itu tidak ditemukan tapi ditentukan -Mdm Nvmbr

Apa maksud dari semua ini? Mari anakku, biar Madam jelaskan *melambai*

Sedari dulu gue senantiasa iri dengan temen-temen gue yang “WAW KEREN!” dan “WAW KECE!” Mereka yang gue kagumi ini dan gue iri-i ini adalah mereka yang bakatnya amat menonjol bahkan lebih menonjol dari bisul. Ada temen gue yang bisa nyanyi, suaranya bagus banget lebih bagus dari Beyoncé. Ada juga temen gue yang jago ngedrift, bahkan bajaj aja dia pake ngedrift bisa. Ada pula temen gue yang bisa gambar, banyak sih ini, dan mereka semua maha dahsyat kaya maestro gitu itu lukisan tinggal juah udah deh langsung jadi milyuner the next Picasso. Bahkan ada yang bakatnya amat simple tapi gue irinya setengah mampus jidat gue sampe kebelah yaitu adalah….orang2 yang tulisannya rapi😦.

Lalu setelah melalui proses perenungan yang panjang gue mendapat sebuah pencerahan yaitu adalah:

Setelah saya mencari dan mencari akhirnya saya memutuskan, bakat itu tidak ditemukan tapi ditentukan -Mdm Nvmbr

Alasannya adalah setelah gue pikir-pikir mungkin sebenernya bakat itu ga ada. Orang yang gabisa gambar kalo mereka mau latian dan bekerja keras bisa jadi jago gambar. Jadi bakat itu kaya katalis kalo dalam kimia, yang memberi dorongan agar reaksi dipercepat. Tanpa katalis pun reaksi juga bisa terjadi meskipun lebih lama prosesnya.

Lalu membahas hal ini gue teringat akan suatu waktu di pelajaran agama. Jadi gini kisahnya, waktu itu gue dan kelompok gue disuruh presentasi tentang bukti-bukti dan fakta ilmiah yang terkandung dalam al quran. Lalu salah satunya ada di surat Adz-Zaariyat ayat 49 yang menjelaskan bahwa segala sesuatunya itu diciptakan berpasang-pasangan.
Lalu salah seorang teman saya, sebut saja namanya Alf, doi mengacungkan tangan dan bertanya
“Wahai Madam, kan ada nih orang2 yang sampe tua ga ketemu jodohnya, itu gimana?”

Lalu saya menjawab
“Itu karena faktor dari manusianya sendiri.”
Lalu Alf kembali bertanya
“Lalu bagaimana kalo ternyata jodoh saya udah meninggal, wahai Madam”
Lantas gue gabisa jawab. Lalu guru gue bacot entah apa gue lupa. Setelah berapa lama Alf kembali bertanya
“Sebenernya sistematika perjodohan tu bagaimana sih?”

Dan gue menjawab
“Wahai Alf temanku, barusan gue dapet ilham, bagaimana kalo ternyata jodoh itu kita sendiri yang tentukan? Dalam Islam perjodohan itu kan dilakukan dengan ta’aruf, dalam Islam kan ga dikenal yang namanya pacaran. Dalam ta’aruf itu perihal iya atau tidaknya itu kan kita sendiri yang tentukan, kalo sama2 cocok ya jadi nikah kalo dirasa ga cocok kan gajadi nikah, betul begitu? Jadi sebenernya jodoh itu udah disodorkan tinggal iya atau engga aja kitanya.”

Kemudian sekelas berubah jadi filsuf semua~

ϺN Λndriana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s