attention overdose

Thu, Mar 7, 2013 17:34:39
Jadi di sore hari pukul setengah 6 sore ini dimana gue sebenernya lagi ngedumel masa gue motong simcard kena charge 25rb asoe emang pret. Jadi daripada gue bersedih hati lebih baik gue menceritakan kesedihan orang lain~ (?)

Gini kisahnya, udah 2orang, gasih, 3orang bahkan, yang curcol2 asoe ke gue. Ketiganya adalah seorang wanita. Wanita-wanita kesepian, janda muda gitudeh. Nah ketiganya memiliki kesamaan: sahabat jadi cinta, gasih yang satu bukan sahabat jadi cinta tapi yaaa mirip2lah intinya ketiganya nyesek.

Dipersingkat dan memangkas detail, intinya yang gue tangkep dari ketiga janda ini adalah: mereka menerima perhatian berlebih dari “lelakinya” yang ga seharusnya. Gini ya gue sebagai perempuan juga (yang masih gadis tentunya gue bukan janda seperti ketiga temen gue itu) jadi lelaki itu harus liat2 sikon. Karena situ sekalian kadang suka ‘jahat’ sih, ngasi perhatian yang bikin ketiga janda ini ngefly banget trus ujung2nya ketika mereka udah ‘siap’ untuk ditangkap, you guys ga disana untuk nangkep mereka. Lelaki2 jenis ini tu ibaratnya lem aibon, bikin fly trus abis itu kanker otak (?). Ga coy gue becanda doang.

Jadi kisahnya gue lanjutkan. Janda 1 itu sahabatan tapi trus ‘sahabat’nya ini memberikan perhatian yang berlebihan sehingga Janda 1 mulai meragukan status mereka sebagai sahabat. Though sekarang mereka udah baik-baik saja dan sudah clear semua setau gue, tetapi ini adalah salah satu bukti bahwa perhatian berlebih itu ga baik karena bisa mengecoh hal-hal yang kita percayai.

Kisah kedua adalah si Janda 2. Janda 2 nih secara tak sengaja jatuh hati (lagi-lagi) sama ‘sahabat’nya. Ini menurut gue lumayan bego sih, tapi ya sebagai perempuan gue mengerti bahwa perasaan gabisa ditahan2. Janda 2 paham dia gabisa jadi lebih dari sekedar sahabat dengan lelaki ini. Tapi perhatian yang diberikan lelaki ini sungguhlah meluap. Janda 2 pernah membuat analogi bahwa dirinya saat itu ibarat gelas yang kosong, lalu lelaki ini datang dan mengisi gelas itu. Kondisinya adalah Janda 2 lagi butuh perhatian, lelaki memberi perhatian, seneng kan? Namun perhatian ini terus dituang kedalam gelas sampai meluap. Saat meluap ini perhatian yang diberikan lelaki seakan memiliki arti lebih. Lalu simple gue jawab Janda 2: “Wahai Janda 2, kalo lo adalah sebuah gelas yang penuh dan airnya tumpah2, maka buanglah sedikit air itu agar ada ruang lagi dalam diri lo, ga full semua tentang dia.” Lalu Janda 2 pun terdiam sambil menahan isak tangisnya hingga larut malam.

Kisah ketiga tentunya dari Janda 3, menurut gue ini yang paling nyesek. Is why? Is because emang nyesek. Bayangin lo deket sama cowo, deket aja nih, kali ini gapake istilah sahabat2. Awalnya sekedar deket. Trus makin deket. Makin asik lah ya ini saling cubit dan saling mencolek dan saling gebuk2an. Lalu si cowo mulai nih memberi sinyal2 seakan suka sama si Janda 3. Diakui atau engga, gue tau Janda 3 udh lumayan berharap sama lelaki satu ini. Tapi baru2 ini ditemukan ternyata lelaki ini suka sama cewe lain. Mungkin ngana sekalian yang baca kisah ketiga ini bakal kaya “he? Trus? Yaudah kan?” But no. Percayalah kasih, ini nyesek. Tapi gue gamau ngasi detail perlakuan apa aja yang udah diberi cowo ini ke Janda 3. Disini kondisinya Janda 3 gabisa disalahin dari sudut manapun menurut gue. Diakui atau tidak Janda 3 udah optimis dan gatau, mungkin ngerasa jadi yang nomer 1 buat cowo ini dan lo bayangin heartbreaknya begitu tau kalo buat cowo ini Janda 3 hanyalah temen yang deket banget.

Inti dari ketiga kisah janda ini adalah apapun yang berlebihan itu ga baik. Memang betul semua orang butuh perhatian, bahkan ga sedikit orang yang jadi caper. Tapi ketika perhatian itu, meskipun maksudnya baik, diberikan ga pada porsi dan waktu yang tepai malah akan nyakitin orang lain. Posting ini bukan buat cowo aja, tapi cewe juga, meskipun kebetulan aja ketiga kisahnya disini adalah para wanita yang tersakiti.

Selamat makan dan sampai jumpa :*

ϺN Λndriana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s