sepintas lewat #24

Indah rasanya ketika aku memejamkan mata dan berpindah ke tempat lain. Bertransformasi menjadi yang bukan aku. Yang lebih menarik bila dilihat dari mata ini. Melupakan identitas diri dan tidak lagi mengenali. Menjadi orang lain yang senyumnya manis dengan matanya yang teduh. Hatinya damai dan harinya tak gaduh. Tak pernah kekurangan dari orok sampai sepuh.

Itu hanya orang lain. Yang tidak nyata. Tak ada disana.
Sedangkan aku disini, terduduk diatas sofa kulit berwarna merah terang, nyata dan bicara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s